Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Minggu, 14 Juni 2026

Polantas Nganjuk: Tak Punya Waktu? Pakai SIM Online, Cukup 10 Menit Selesai


Nganjuk- Di era serba cepat seperti sekarang, waktu adalah segalanya. Polres Nganjuk pun paham betul bahwa tidak semua orang punya waktu berjam-jam hanya untuk mengurus perpanjangan SIM. Senin (15/6/2026), Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa memperkenalkan solusi: layanan SIM Online. Briptu Rizki dengan gaya santai namun sistematis menjelaskan fitur-fitur aplikasi kepada para pemohon di Satpas. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa teknologi informasi adalah kunci pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.

Nganjuk- "Kami mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital. Selain praktis, SIM Online menghemat waktu dan mempermudah administrasi," ujar AKBP Suria. Briptu Rizki pun memberikan pendampingan langsung, mulai dari registrasi, pengisian data, hingga penggunaan fitur-fitur pendukung. Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa masih banyak warga yang belum tahu kemudahan ini. "Melalui sosialisasi, kami ingin membantu pemohon agar proses pelayanan lebih efektif dan efisien," jelas AKP Afandy. Hasilnya, para pemohon yang awalnya ragu kini antusias mencoba sendiri.

Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk berharap masyarakat semakin terbiasa dengan layanan digital. Urus SIM kini bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, tanpa harus mengorbankan waktu kerja atau waktu bersama keluarga. Polres Nganjuk membuktikan bahwa pelayanan publik yang modern bukan sekadar wacana. Bagi Anda yang tak punya banyak waktu, inilah saatnya beralih ke SIM Online. Cukup 10 menit, semuanya beres.(Avs)

Hamparan Hijau Padi Gondang Wetan Dipantau Bhabinkamtibmas, Polisi Siap Kawal Panen


Nganjuk- Pemandangan hamparan sawah hijau di Desa Gondang Wetan, Kecamatan Jatikalen, pada Minggu (14/6/2026) semakin semarak dengan kehadiran seorang polisi. Bhabinkamtibmas setempat dengan telaten memantau tanaman padi milik warga binaannya, memastikan semuanya tumbuh optimal. Kegiatan monitoring ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan masyarakat. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan telah memberikan arahan tegas agar setiap Bhabinkamtibmas berperan aktif sebagai penggerak ketahanan pangan di desa binaannya masing-masing.

Nganjuk- Di lokasi, Bhabinkamtibmas tidak hanya sekadar memantau. Ia berdialog intens dengan para petani, menyerap informasi tentang perkembangan tanaman padi yang saat ini memasuki fase menjanjikan. Berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani selama proses tanam pun dicatat dengan saksama. Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menegaskan bahwa pendampingan polisi tidak akan berhenti di tengah jalan. "Para Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani. Dengan kondisi padi yang baik dan perawatan optimal, hasil panen mendatang diharapkan meningkat. Ini akan memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Jatikalen, khususnya Desa Gondang Wetan," ujar AKP Yoni.

Nganjuk- Sambutan positif datang dari para petani yang merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh aparat keamanan. Melalui komunikasi yang hangat, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kokoh. AKP Yoni berharap monitoring rutin ini dapat memastikan swasembada pangan benar-benar terwujud. Dari hamparan hijau persawahan Gondang Wetan, ketahanan pangan nasional terus dijaga, tidak hanya oleh petani tetapi juga oleh polisi yang setiap hari berjalan di antara padi.(Avs)

Polisi Pantau Lahan Jagung Karangsono, Sumur Bor Jadi Penyelamat di Musim Kering


Nganjuk- Musim kemarau sering menjadi mimpi buruk bagi petani jagung. Namun, Senin (15/6/2026) menjadi bukti bahwa mimpi buruk itu bisa dilawan. AIPTU Slamet Rahadi, Bhabinkamtibmas Desa Karangsono, bersama warga binaannya melakukan pemantauan lahan jagung yang menggunakan sumur bor sebagai sumber air alternatif. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut inisiatif ini sebagai terobosan penting. "Polri hadir mendampingi masyarakat agar pertanian tetap produktif di tengah tantangan iklim. Sumur bor adalah jawabannya," ujar AKBP Suria.

Nganjuk- Tanaman jagung memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional, tidak hanya untuk konsumsi manusia tetapi juga untuk pakan ternak. AIPTU Slamet Rahadi tidak sekadar memantau, ia turun langsung mengecek kondisi tanaman dan berdialog dengan petani tentang efisiensi penggunaan air sumur bor. Kapolsek Loceret AKP Triyono memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya warga yang tidak menyerah pada kondisi alam. "Dengan pengelolaan sumur bor yang baik, produktivitas jagung tetap terjaga meskipun curah hujan minim. Ini adalah kunci ketahanan pangan di era perubahan iklim," tegas AKP Triyono.

Nganjuk- AKP Triyono berharap kegiatan pemantauan seperti ini dapat menginspirasi desa-desa lain yang juga menghadapi ancaman kemarau. "Jangan biarkan lahan jagung mengering hanya karena hujan tidak turun. Sumur bor adalah bukti bahwa manusia bisa beradaptasi," ungkapnya. Melalui pendampingan rutin dari Bhabinkamtibmas, petani Karangsono kini memiliki rasa aman ganda: aman dari gangguan kamtibmas sekaligus aman dari ancaman kekeringan. Dari lahan jagung yang tetap hijau di tengah kemarau, ketahanan pangan nasional terus dijaga dengan air dari sumur bor.(Avs)

Polisi Wilangan Pantau Kebun Buah Pekarangan, Warga Ditanamkan Jiwa Mandiri Pangan


Nganjuk- Tidak ada yang lebih berharga daripada kemandirian pangan yang dimulai dari rumah sendiri. Itulah pesan yang ingin disampaikan AIPTU Nur Santoso, anggota Polsek Wilangan, saat memantau program Pekarangan Pangan Bergizi milik warga Desa Wilangan pada Senin (15/6/2026). Berbagai tanaman buah seperti pepaya, pisang, dan jeruk kini tumbuh subur di pekarangan warga berkat pendampingan polisi. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut inisiatif ini sebagai langkah maju dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. "Polri mendorong setiap keluarga untuk menjadi produsen pangan bagi dirinya sendiri," tegas AKBP Suria.

Nganjuk- Di lapangan, AIPTU Nur Santoso tidak sekadar memantau dari jauh. Ia turun langsung mengecek kondisi pohon buah, mengingatkan warga tentang jadwal pemupukan, serta berdiskusi tentang cara mengatasi hama yang mungkin menyerang. Kapolres menambahkan bahwa program ini memiliki nilai ganda: selain menyediakan sumber pangan bergizi, kebun buah pekarangan juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. "Hasil panen yang melimpah bisa dijual ke tetangga atau pasar desa. Ini adalah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya," ujarnya. Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menegaskan bahwa pendampingan polisi akan terus berlangsung secara berkelanjutan.

Nganjuk- AKP Muh. Fatoni berharap program Pekarangan Pangan Bergizi di Wilangan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. "Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga merawat dan memanen dengan penuh tanggung jawab. Inilah yang disebut ketahanan pangan yang berkelanjutan," ungkapnya. Dengan pemantauan rutin dari aparat kepolisian, kesadaran warga untuk mengoptimalkan lahan pekarangan diyakini akan terus meningkat. Dari kebun buah kecil di setiap rumah, ketahanan pangan nasional tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi kenyataan yang berbuah setiap hari.(Avs)

Bukan Hukum, Tapi Cabe: Polisi dan Warga Perning Bersatu di Lahan Sela


Nganjuk- Brigadir Ferdy sedang tidak menilang atau merazia. Senin (15/6/2026), Bhabinkamtibmas Desa Perning itu justru duduk bersimpuh di tanah bersama warga, memilah-milah bibit cabe yang akan menghijaukan lahan sela. Gerakan ini adalah manifestasi nyata dari program ketahanan pangan nasional yang digaungkan pemerintah, di mana polisi dan masyarakat berjibaku mengisi setiap celah tanah produktif yang tersedia. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa strategi ini jauh lebih efektif daripada membuka hutan untuk lahan pertanian baru. Tanpa perlu biaya besar, lahan sela bisa disulap menjadi sumber pangan dan pendapatan keluarga.

Nganjuk- Mengapa cabe yang dipilih? Karena komoditas ini tak pernah absen dari kebutuhan dapur masyarakat dan memiliki nilai jual yang menggiurkan. Brigadir Ferdy bersama kelompok tani setempat melakukan pengecekan ketat terhadap kualitas bibit, memastikan bibit bebas dari hama dan siap tanam di kondisi lahan yang mungkin tidak seideal lahan utama. Lahan sela seperti pinggir jalan desa, area bawah pohon, atau batas-batas pekarangan kini disulap menjadi kebun mini cabe yang produktif. Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menyebut keterlibatan polisi di sektor pertanian ini adalah terobosan yang patut dicontoh. "Kami ingin masyarakat tidak hanya aman, tetapi juga sejahtera melalui pemanfaatan lahan yang ada," ujarnya.

Nganjuk- Dengan semangat gotong-royong, ratusan bibit cabe siap disebar ke berbagai titik lahan sela di Perning. AKP Yoni optimistis bahwa jika perawatan berjalan baik, dalam beberapa bulan warga sudah bisa memanen hasilnya. "Ini bukti bahwa ketahanan pangan nasional tidak harus dimulai dari proyek besar, tetapi dari desa-desa kecil seperti Perning," tegasnya. Polisi dan warga kini memiliki misi yang sama: menjadikan setiap jengkal tanah bernilai. Inilah perjalanan baru ketahanan pangan yang dimulai dari sepetak lahan sela dan ribuan bibit cabe.(Avs)

Sabtu, 13 Juni 2026

24 Kasus Narkoba Terungkap, Polres Jember Amankan 30 Tersangka dan Ratusan Gram Sabu


Jember- Satresnarkoba Polres Jember Polda Jatim sedang dalam performa terbaiknya. Dalam kurun waktu Mei hingga Minggu pertama Juni 2026, mereka berhasil mengungkap 24 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 30 tersangka. Kapolres Jember AKBP Bobby A Condro Putra dalam konferensi pers pada Sabtu (13/6/2026) membeberkan bahwa lima dari tiga puluh tersangka tersebut adalah residivis, bukti bahwa bandar dan pengedar narkoba di Jember cukup bandel dan perlu tindakan tegas berkelanjutan.

Pengungkapan paling spektakuler terjadi pada 29 Mei 2026 di Kecamatan Patrang. Petugas menangkap SAJ berikut 100,38 gram sabu dan 61 butir ekstasi seberat 26,59 gram. Tersangka ini diduga menggunakan sistem ranjau untuk mengedarkan narkoba, yaitu tanpa kontak langsung dengan pembeli agar tidak mudah dilacak. Selain Patrang, petugas juga membongkar peredaran sabu di Kecamatan Ajung dan Kaliwates, menyita puluhan gram sabu yang sudah siap diedarkan ke masyarakat luas. Total barang bukti sabu yang disita mencapai 144,29 gram.

Para tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 UU No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat hingga seumur hidup. AKBP Bobby menegaskan bahwa barang bukti yang disita diperkirakan dapat menyelamatkan ribuan masyarakat dari bahaya narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan ke polisi. Dengan sinergi yang kuat, Polres Jember optimistis bisa membersihkan wilayahnya dari jaringan narkoba yang selama ini merusak generasi muda.(Avs)

Polisi Nglundo Tidak Hanya Jaga Keamanan, Tapi Juga Jaga Aliran Air ke Lahan Melon dan Sawi


Nganjuk- Tugas kepolisian ternyata tidak berhenti pada urusan keamanan dan ketertiban masyarakat. Aipda Lamino, Bhabinkamtibmas Desa Nglundo, Polsek Sukomoro, membuktikan bahwa polisi juga bisa menjadi penjaga aliran air. Pada Minggu (14/6/2026), ia memantau lahan pertanian melon dan sawi milik warga binaannya, sekaligus menelusuri saluran irigasi yang menjadi penunjang utama produktivitas pertanian. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada penyumbatan, kebocoran, atau masalah lain yang menghambat pasokan air ke ladang warga.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk Polri. Tanaman melon dan sawi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, tetapi keduanya sangat rentan terhadap kekeringan. Tanpa air yang cukup, petani bisa gagal panen dan mengalami kerugian besar. Polri melalui Bhabinkamtibmas hadir untuk menjadi jembatan antara petani dengan dinas terkait, membantu mengidentifikasi kendala, dan mencari solusi bersama agar produktivitas tetap terjaga.

Di lapangan, Aipda Lamino melakukan pengecekan kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan petani tentang kebutuhan pengairan. Kapolsek Sukomoro AKP Mujianto menegaskan bahwa pendampingan seperti ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan sektor pertanian. Ia berharap komunikasi yang baik antara petani dan pihak terkait dapat membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan, termasuk masalah irigasi. Dengan polisi yang tidak hanya jaga keamanan tetapi juga jaga aliran air, petani Nglundo bisa tersenyum lebih tenang di musim kemarau ini.(Avs)